Bismillaahir Rohmaanir Rohiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
♦♦ ingatlah akan dosa dan kesalahan kita ♦♦
→ Sahabat Fillah yang dirahmati Allah. hidup mendekati zaman akhir,
banyak orang beriman namun iman hanya sebatas dipemikiran, maka tak
heran jika berita-berita di media setiap hari dipenuhi dengan
pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, terorisme dan banyak lagi… kenapa
bisa demikian? kan ngakunya beriman ? iman kita ditaruh dimana ?
→ Sahabat Fillah yang dirahmati Allah, kalau kita melakukan sesuatu
Allah pasti melihat. Allah mengetahui semua apa yang di daratan maupun
lautan. Tidak sebiji pun yang Allah luput dari penglihatannya, ingatlah
kamu akan dosa besar. Sekecil apapun tindakanmu, Allah pasti mengetahui.
Tetapi sebesar apapun dosa kita, pasti akan diampuni dosanya, ya kan ?
→ Kalau kata orang Arab, pukullah besi itu ketika sedang panas. semoga orang-orang semakin sadar akan kekeliruannya
→ Dari Agharr bin Yasar Al Muzani, ia berkata, Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam telah bersabda,”Hai sekalian manusia! Taubatlah kalian
kepada Allah dan mintalah ampun kepadaNya, karena sesungguhnya aku
bertaubat kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali”[1]
→ sebuah kisah menarik yang patut kita teladani kandungannya →
Di kota Madinah, hidupaah seorang pemuda yang sangat tekun beribadah.
Pemuda itu sempat membuat Umar bin Khattab terkagum-kagum kepadanya,
Suatu hari, ketika pemuda itu berjalan pulang kerumahnya setelah shalat
Isya, tiba-tiba seorang perempuan menghadang di hadapannya.
Perempuan itu menggoda dan merayu sipemuda serta menawarkan dirinya.
Ternyata, sang pemuda termakan juga oleh godaan perempuan itu. Ketika
perempuan itu pergi meninggalkan tempat itu, si pemuda membututi di
belakangnya.
Sampai akhirnya mereka sampai di depan pintu
rumah perempuan itu. Tiba-tiba timbulah perasaan malu di hati pemuda
yang membututinya itu, ia ingat firman Allah SWT yang berbunyi :
“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was
dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka
melihat kesalahan-kesalahannya. ” (Al-A’raf : 201 )
Dan
kemudian pemuda itu pingsan. Perempuan itu menjadi terkejut, karena
melihat si pemuda tampak seperti orang yang sudah mati.Dengan dibantu
seorang pelayannya, perempuan itu menggotong pemuda itu dan diantarkan
pulang kerumahnya. Diletakkan tubuh pemuda itu di depan pintu rumah.
Betapa terkejut ayah pemuda itu ketika keluar dan mendapatkan anaknya
tergeletak di depan pintu, ia segera mengangkat dan dibawanya masuk ke
dalam.Setelah pemuda itu siuman, ayahnya bertanya kepadanya.
“Apa yang telah terjadi denganmu, anakku? “
Tetapi pemuda itu enggan menjawabnya, ia hanya diam saja. Setelah
didesak beberapa kali, barulah ia mau bercerita tentang apa yang
sebenarnya terjadi.
“Ayah, temuilah Umar bin Khattab, sampaikan
salamku kepadanya dan tanyakan kepadanya, apakah balasan untuk orang
yang takut saat menghadapi Tuhannya? ” kata pemuda itu .
Saat
dia kembali membacakan ayat yang terl;intas dalam ingatannya, tiba-tiba
pemuda itu menarik nafas panjang dan bersamaan dengan itu ruhnya
meninggalkan badannya, dia telah meninggal.
Dan kemudian pesan
pemuda itu disampaikan ayahnya kepada Umar Bin Khattab, lalu Umar pergi
kepusaranya. Sambil berdiri dia berkata.
“Kau akan mendapatkan dua surga !”
Tiba-tiba Umar bin Khattab mendengar suara dalam pusara pemuda itu. ” Allah telah memberikan itu kepadaku, hai Umar. ‘”
subhanaAllah,
sahabatku yang dirahmati Allah.. Kesalahan dan dosa-dosa yang dilakukan
oleh manusia banyak sekali. Setiap hari, manusia pernah berbuat dosa,
baik dosa kecil maupun dosa besar, baik dosa kepada Khaliq (Allah Maha
Pencipta) maupun dosa kepada makhlukNya. Setiap anggota tubuh manusia
pernah melakukan kesalahan dan dosa. Mata sering melihat yang haram,
lidah sering bicara yang tidak benar, berdusta, melaknat, sumpah palsu,
menuduh, membicarakan aib sesama muslim (ghibah), mencela, mengejek,
menghina, mengadu-domba, memfitnah, dan lain-lain. Telinga sering
mendengarkan lagu dan musik yang jelas bahwa hukumnya haram, tangan
sering menyentuh perempuan yang bukan mahram, mengambil barang yang
bukan miliknya (ghasab), mencuri, memukul, bahkan membunuh, atau
melakukan kejahatan lainnya. Kaki pun sering melangkah ke tempat-tempat
maksiat dan dosa-dosa lainnya. Dosa dan kesalahan akan berakibat
keburukan dan kehinaan bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat,
bila orang itu tidak segera bertaubat kepada Allah.
Setiap hari
beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon ampun kepada Allah
sebanyak seratus kali. Bahkan dalam suatu hadits disebutkan, bahwa
beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta ampun kepada Allah seratus
kali dalam satu majelisnya.
“Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata,”Kami
pernah menghitung di satu majelis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam bahwa seratus kali beliau mengucapkan, ‘Ya Rabb-ku, ampunilah aku
dan aku bertaubat kepadaMu, sesungguhnya Engkau Maha menerima taubat
lagi Maha Penyayang’
Ingatlah akan dosa yang pernah kita lakukan…
Semua itu akan memberikan pelajaran berharga untuk berbuat menjadi lebih baik di masa depan kita di dunia dan di akhirat kelak,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Jika seorang hamba berbuat dosa kemudian ia pergi bersuci (berwudhu’),
lalu ia shalat (dua raka’at), lalu ia mohon ampun kepada Allah (dari
dosa tersebut), niscaya Allah akan ampunkan dosanya”.
Ibnul
Qayyim al-Jauziah, mengatakan tak layak seorang hamba, menunda-nunda
dalam melakukan taubat. Melakukan taubat dari dosa merupakan kewajiban
yang harus dilakukan. Tidak boleh ditunda. Apabila seseorang menundanya,
melakukan penundaan berarti ia telah melakukan pelanggaran.
Tak ada satupun manusia yang akan tahu kapan saat datang kematian.
Apabila saat datang kematian, tak dapat manusia menundanya. Betapapun
manusia itu memiliki kekuasaan, harta kekayaan yang tak terhingga, atau
hidup diantara istana-istana yang dikelilingi oleh para pengawal, tak
dapat mencegah akan datangnya kematian.
Karena itu, manusia
yang sombong tidak mau bertaubat, tergolong manusia yang menyekutukan
Allah Azza Wa Jalla, dan menganggap dirinya benar, serta tidak melakukan
kesalahan dalam hidup ini.
Nabi Sallahu Alaihi Wa Sallam, bersabda :
“Kemusyrikan dikalangan umat ini lebih samar daripada rayapan
(merayapnya) seekor semut”. Lalu Abuk Bakar bertanya, “Bagaimanakah cara
menyelamatkan diri darinya, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab,
“Ucapkanlah : Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari memperseku-kan-Mu
dengan sesuatu yang akau ketahui, dan aku mohon kepada-Mu dari sesautu
yang tidak akan ketahui”.
sahabat Fillah yang aku sayangi karena Allah<<pernah kamu dengar cerita ini
Tsa’alabah, adalah salah seorang shahabat Rasulullah
-sholallaahu’alaihi wasallam-.Suatu hari ia sedang berjalan di antara
rumah-rumah. Dahulu rumah-rumah tersebut, tidak terbuat dari dinding
yang tebal (tembok) seperti sekarang ini, tapi terbuat dari qoomis (saya
rasa yang dimaksudkan disini adalah sejenis kain, atau sesuatu yang
tipis yang bergerak ketika ada angin). Ia berjalan, dan bertiuplah
angin. Tak disangka, angin tersebut, menyingkapkan kain yang menutupi
sebuah rumah. Tsa’labah melihat ke arah rumah tersebut, dan tak sengaja
melihat seorang wanita ( tentu saja yang dimaksud disini wanita
non-mahrom)di dalamnya. Terkejut Tsa’labah….tiba-tiba dia merasa sangat
berdosa, dia merasa…” sesungguhnya jika turun ayat tentang orang
munaafikin, maka ayat itu ditujukan kepadaku, aku telah bermaksiat, aku
telah bermaksiat…..”. Tsa’labah tidak berani menjumpai Rasulullah
-sholallaahu’alaihi wasallam-. Dia merasa sangat berdosa sudah melihat
wanita tersebut. Akhirnya ia pergi ke puncak gunung, beribadah, dan
beristigfar.
Setelah sekian lama, para shahabat tersadar bahwa
Tsa’labah tidak ada bersama mereka. Maka mulailah para shahabat mencari
Tsa’labah. Tiba-tiba ada seseorang yang memberi tahu kepada mereka,
orang tersebut berkata,” saya mendengar dari arah puncak gunung, ada
seseorang yang sepanjang hari beristigfar, berdo’a dan pada malam hari
terdengar isak tangis, memohon ampun kepada ALLAH, orang ini hanya turun
sedikit dari puncak gunung untuk makan dan minum sekedarnya.” Maka
berangkatlah para shahabat ke tempat tersebut dan menemukan Tsa’labah di
sana. Para shahabat bertanya,” Apa yang kau lakukan disini?” lalu
Tsa’labah menjawab, ” Aku telah bermaksiat, aku telah berdoa, aku telah
berdosa.” Lalu para shahabat berkata, ” Ayo bertemu rasululullah”.
Tsa’labah menjawab, ” Tidak, Rasulullah Thoohir (suci), sedangkan aku
Naajis (kotor).” Akhirnya pulanglah para shahabat dan menceritakan
tentang Tsa’labah pada Rasulullah- sholallaahu’alaihi wasallam-.
Kemudian di hari berikutnya, para shahabat mendatangi Tsa’labah lagi,
mereka berkata, “Ayo bertemu Rasulullah.” Tsa’labah, “Tidak, aku tidak
sanggup bertemu Rasulullah, Rasulullah Thoohir, sedangkan aku naajis.”
Para Shahabat berkata, “Tapi Rasulullah yang menyuruhmu untuk bertemu
dengannya.” Maka turunlah Tsa’labah dari gunung dan menemui Rasululah -
sholallaahu’alaihi wasallam-. Di depan Rasulullah- sholallaahu’alaihi
wasallam-, Tsa’labah menangis dan menceritakan kejadian yang dialaminya.
Rasulullah terdiam. Sedangkan Tsa’labah akhirnya pulang ke rumahnya. Di
rumahnya, Tsa’labah terus beribadah, beristigfar, dia masih merasa
sangat berdosa. Hal itu terus menerus ia lakukan sampai ia jatuh sakit.
Ketika ia terbaring lemah dirumahnya, Rasulullah - sholallaahu’alaihi
wasallam- datang menjenguknya. Rasulullah - sholallaahu’alaihi wasallam-
hendak meletakkan kepala Tsa’labah di paha beliau, namun Tsa’labah
menolak, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Engkau thoohir, pahamu pun
thoohir, sedangkan aku naajis, dan kepalaku pun naajis.” Dan wafatlah
Tsa’labah.
Pada hari pengantaran jenazah Tsa’labah, Rasulullah -
sholallaahu’alaihi wasallam- ikut pula mengantarkannya. Namun ada
sesuatu yang aneh! Rasulullah - sholallaahu’alaihi wasallam- berjalan
dengan berjinjit, dan merapatkan kedua bahunya, seakan-akan sedang
berjalan di kerumunan orang banyak, padat, dan tidak ada ruang untuk
berjalan normal (seperti seseorang sedang thawaf di Baitullah pada musim
haji, terj.). Lalu para shahabat yang melihat hal tersebut
bertanya,”Wahai Rasulullah, mengapa engkau berjalan seperti itu?”
Rasulullaah -sholallaahu’alaihi wasallam- menjawab, ” Saya berjalan
seperti ini, karena saking banyaknya Malaikat yang ingin ikut
mengantarkan jenazah Tsa’labah.”
Allaahu Akbar!!!
Hmm…mu’allimah kami kembali berkata, “Itulah bedanya kita dengan mereka
(para salaf)…mereka melihat sebuah dosa itu BESAR, sedangkan kita
tidak…”
sahabatku yang baik hatinya, nabi Muhammad saw manusia
termulia yang dijamin Allah masuk syurga tiap hari saja mohon ampun
kepada Allah istiqfar 1000 x, kenapa kita orang biasa yang selalu
bergelut akan dosa-dosa tidak mau berubah kemudian bertobat?
sungguh betapa sombongnya orang yang seperti itu ..!!
Dalam hadhistnya Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam, bersabda :
“Ya Allah, ampunilah kesalahanku dan kebodohanku, dari
berlebih-lebihanku dalam urusanku, dan apa yang Engkau lebih mengetahui
daripadaku. Ya Allah, ampunilah keseriusanku dan permainanku,
kekhilafanku, dan kesengajaanku, semua itu ada padaku. Ya Allah,
ampunilahy apa yang telah aku lakukan dan apa yang aku tunda, apa yang
aku sembunyikan, dan apa yang aku lakukan dengan terang-terangan, dan
apa saja yang Engkau lebih mengetahui daripada aku. Engkau adalah
Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau”.
Begitulah rintihan do’a
yang disampaikan oleh Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Salam, tanpa
henti, dan terus bermunajat serta memohon ampun dan bertaubat.
Dalam hadist yang lain, disebutkan :
“Ya Allah, amunilah dosaku semuanya, yang kecil dan yang besar, yang
tidak sengaja dan yang sengaja, yang sembunyi-sembunyi dan yang
terang-terangan, yang pertama dan yang terakhir”.
bagaimana denganmu sahabatku ? mau kan bertaubat akan dosa-dosa yang telah kita lakukan?
”Ya Allah kami kecil di mata-Mu. Kami tidak ada apa-apanya, tetapi
kami tidak pernah luput dari dosa. Ya Allah, maafkanlah dosa kami. hanya
kepadamu tempat kami memohon ampunan, dan hanya kepadamu tempat kami
berserah diri “
ayo perbaiki diri, perbaiki hati dan raih kehidupan penuh imani, semoga ridho Allah selalu menemani !!
________semoga bermanfaat.________
(¯`v´¯)___♥ LIKE
`•.¸.•'______♥ TAG
¸.•´¸.•¨) ¸.•¨)__♥ SHARE
♥(¸.•´ (¸.•´ (¸.•¨¯` ♥♥♥**♥♥♥
❤• SaLam Santun Erat SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah •❤