Rabu, 28 November 2012

MAN REJOTANGAN

Sopo ikiiii???????? Wkkwkwkkw
Jalan-jalan dulu sobb ..... Biar sehat :D badan kuat... dalam rangka memperingati tahun baru Hijriyah

Narsis bareng adekk Akselerasi..... ^_^

Sebelum beramgkat narsiss dulu ahhh ... Ckckckkc



Daripada nganggur euyy,, jamkos narsiss" aja yakk :P

Jelajah alam rekk.. Tapi neg kandung,, iuchh capekk.. Tapi gak papa, ada tombonya , penuhi memory hape duluu

Yang kiri Liya, yang tengah Nur, yang kanan Milza,, Hayoo pilih mana..????? Wkwkwkkkw

Just For Fun







Sabtu, 10 November 2012

Edisi Keduaa ^.^

haii,, namaku Ao Kind, :D boleh nihh ajak kenalann, aq yachh humoris , ngangenin, hmm rada gombal gitu. hati" klo deket sama sayaa, kena rayuan maut, wakakakakaakka. salam manis buat kalian yang baca. yang buat artikel ini lagi lelah. xixixixix



OMG ini kenangan kami waktu di SMA NEGERI 3 Malang, wahh senengg banget bisa kesana, sumpa dah, itu sekolah apa hotel yakk?? pantes aja muridnya pada betah, hehehe :D

ini memorie waktu wisudanya kakak kelass,, hmm sweet dehh.. walau sederhana tapi mengenangg bangett,, rindu kalian dechh pokoqnyaa :) "THE VIEW AND THE BRAVE"

widiechhh,., ini kenangan asyikk pake banget, lomba hias tumpeng euy,, hayoo ini kalo ada yang mau, pesan tumpeng disini saja yakk??? hubungi KAMIDI,, wakakakkkaka walaupun dpt juara 3 tp ttep Alhamdulillah ^.^

ini nihhh,, temen'qw yang pengggila SKA, demi apa juga, direlakan bolos ngaji lochh,, hehhehehhhe.. upss buka aib nihh,, maaph yakk.. namanya Alfa, gk tau saya nama lengkapnya dia siapa, heheheh salam damai

haaaiiiii semuaaa,, udah mirip SNSD pa blom nehhhh..

tau nggak sihh

cara cepat menghafal itu ternyata sering mendengarkan ya??
hmmm,, aq ngebuktiin sendiri looo
nahh,. buat kalian yang pnya niat untuk menghafal surah-surah dalam Al Qur'an dg cepat, sering" aja dengerin
kan sekarang jaman dah modern nih yaa??so qta paling gak tiap pagi lahc dengerin MP3 surah-surah Al Qur'an.. jangan cuman lagu aja
heheeh
sekian terima kasih
sudah gak bisa berkata :)

Jumat, 02 November 2012

= NIKMATNYA MEMBACA AL-FATIHAH =

Pada saat membaca surah Al-Fatihah waktu shalat, banyak membacanya tergesa-gesa tanpa spasi, tanpa jeda dan tak dinikmati,

padahal disaat kita selesai membaca satu aya

t dari surah Al-Fatihah, Allah menjawab setiap ucapan kita, maka dari itu kita disunahkan berhenti sejenak setiap selesai membaca satu ayat.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT berfirman :
"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk hamba-Ku".

Artinya, tiga ayat diatas: Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan hamba-Nya.

Ketika Kita mengucapkan "Alhamdulillahi Rabbil 'alamin". Allah menjawab :"Hamba-Ku telah memuji-Ku".

Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim"...Allah menjawab : "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku".

Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin"...Allah menjawab :"Hamba-Ku memuja-Ku"

Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”...Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku”.

Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhoolliin.”...
Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.. Akan Ku penuhi yang ia minta.”
(H.R. Muslim dan At-Turmudzi)

Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat... Rasakan dan resapi betul-betul jawaban indah dari Allah, satu persatu, karena Allah sesungguhnya sedang menjawab ucapan-ucapan kita...

Lalu ucapkanlah "Aamiin" dengan penuh harapan dikabulkan, sebab malaikatpun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.

"Barang siapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dgn para malaikat, maka Allah akan memberikan ampunan kepada-Nya.”.
(H.R Bukhari, muslim, Abu Dawud)

彡♥彡 JANGAN RUSAK SUASANA 彡♥彡

Suasana nyaman itu mahal dan rentan oleh sikap dan tutur kata yang tak bijak, karenanya harus disyukuri dan dijaga sama-sama

Jagalah suasana dengan tak mengatakan hal-hal yang tak perlu dan sia-sia tak manfaat yang bisa membuat suasana jadi tak enak/rusak

Jauhi pertanyaan yang bisa membuat seseorang te

rsinggung, tak enak, terpermalukan, terpojok, terungkit-ungkit lukanya..

Jangan mudah celetak celetuk komentar spontan yang bisa merusak suasana, harus bisa menahan diri, dipikirkan dulu, dirasa-rasakan pakai hati sebelum bicara

Bila yakin perlu dan manfaat serta tak merusak keadaan, maka bicaralah secukupnya mudah-mudahan menambah berkah

Namun bila ada seseorang yg tak bijak dengan sikap dan perkataannya, maka legowolah, lapang dada dan maafkan, jangan terpancing dan mempekeruh

Kita adalah orang-orang yang tak sempurna, pasti ada kesalahan, tugas kita meminimalisir berbuat salah, dan segera memperbaikinya bila terjadi

✽ Cinta Merobohkan Akalku ✽ ♥♥ (¯`'•.¸(¯`'•.¸*♥✽♥*¸.•'´¯)¸.•'´¯) ♥♥



Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Seorang ahli ibadah bernama Umar, sedang asyik dengan kkhusyuannya membaca setiap ayat Al Quran dengan lantunan sangat indah. Tiba-tiba datanglah seorang wanita cantik duduk di depannya dengan pakaian seadanya tak menutupi auratnya. Dengan sangat terkejut umar lalu beristighfar dan langsung menundukkan pandangannya.

”Saudariku,apa yang kau lakukan disini,tolong keluarlah atau fitnah akan mengguncang kita,” kata umar bergetar.

“Aku tergoda olehmu, aku mencintaimu, aku ingin bermesraan denganmu,apakah kau tak menyukaiku?,” wanita itu mencoba merayu.

”Pergilah, syetan telah merusak jiwamu,” dengan penuh ketegasan umar mengusirnya.

” Tidak wahai umar, aku rusak karna cintamu, aku buta karna cintamu, lihatlah aku yang begitu mencintaimu, menginginkanmu ada dipelukanmu,” wanita itu terus menggodanya.

” Baik, aku ingin bertanya padamu saudariku. Jika engkau membenarkan perkataanku,maka aku mau melakukan apapun yang kau minta,”kata umar

”Jangan tanya lagi, aku pasti akan membenarkan semuanya,”kata wanita itu senang.

”Jika malaikat maut datang menemui dan akan mencabut nyawamu, apakah kau mau jika peristiwa itu datang saat aku sedang memuaskan nafsumu?” umar mulai bertanya.

” Demi Allah,tentu saja tidak!!” Wanita itu terkejut mendengar pertanyaan umar.

“Jika kau masuk ke dalam kubur lantas di dudukkan dan ditanya oleh malaikat tentang perbuatanmu, apakah kau senang jika aku memuaskan nafsumu??” umar terus bertanya.

” Demi Allah,tentu saja tidak !!”wanita itu mulai menangis

” Jika manusia diberikan buku amalnya di hari kiamat, sedangkan kau tak tau akan menerima dengan tangan kanan atau tangan kirimu, apakah kau suka jika aku memuaskan nafsumu??”

” Demi Allah,tentu saja tidak !!” kata wanita itu tertunduk

” Jika kau melewati jembatan Shirathal Mustaqim padahal kau belum tau apakah selamat atau tidak, apakah kau masih senang jika aku memuaskan nafsumu??”

” Demi Allah,tentu saja tidak!! cukup wahai umar! ”wanita itu terus menangis.

” Jika kau datang pada timbangan amal, padahal kau belum tahu timbanganmu berat atau ringan,apakah kau masih senang jika aku memuaskan nafsumu?”

” Demi Allah, tentu saja tidak !!”

” Jika engkau berdiri dihadapan Allah untuk ditanya dann dimintai pertanggung jawaban.apakah kau masih senang jika aku memuaskan nafsumu??”

“ Demi Allah,tentu saja tidak!!” wanita itu menangis tak tertahan lagi.

” Bertakwalah kepada Allah Ta’ala. Sesungguhnya Allah telah memberimu nikmat kecantikan, tak sepatutnya kau menampakkan kecantikan dan auratmu.” kata umar menenagkan.

” Wahai umar, maafkan lah aku, aku begitu mncintaimu, aku selalu terkagum-kagum dengan ibadahmu, sedangkan aku tak mampu meraihmu, hanya bisa melihatmu dari jauh,” kata wanita itu mencoba menghapus air matanya yang terus mengalir.

”Baiklah,kala engkau mau berubah akan ku bimbing engkau, aku akan menikahimu sekarang juga”

Bergetar umar mengatakan itu, umar ingin beribadah denganya. Tak mungkin dipungkiri,telah bergetar hati umar dibuatnya.

”Benarkah umar?” terkejut wanita itu mendengar perkataannya.

”Bawa walimu kemari, aku akan menyiapkan mahar dan saksinya,” masih dengan tertunduk malu,umar tersenyum.

”Terimakasih umar,aku akan segera membawa waliku kemari.”

Tangis wanita itu berubah menjadi tangis kebahagiaan. Dia berjanji pada dirinya sendiri akan berubah mengikuti calon suaminya umar.

Pernikahan itu akhirnya terjadi,wanita itu menunggu di rumahnya. Dirinya tak percaya melihat sosok yang ada di cermin di hadapannya, kini wanita yang tadi pagi ingin memuaskan hasratnya pada Umar telah membalut dirinya dengan jilbab. Senyum merekah menghiasai bibir merahnya.

Pamannya telah menjemput untuk mengantarkannya pada Umar, suaminya.. Paman wanita itu terkejut melihat penampilan wanita yang ada di hadapannya sekarang berubah.

”Apa yang membuatmu berubah seperti ini anakku?beruntung sekali Umar mendapatkanmu.” Pamanya bertanya heran

”Tidak paman,aku yang beruntung mendapatkannya,” wanita itu tersenyum senang.

Sampailah wanita itu di rumah Umar,dengan malu-malu Umar menyambutnya. Kini mereka menggenggam erat satu sama lain dalam kehalalan untuk beribadah padaNya.

(Yang di cetak tebal di atas saya ambil dari buku “Taman Para Pecinta” (Ibnu Qayyim al-Jauziyah)

●═══════════◄(✿)►═══════════●

Akhi, seandainya kamu adalah pemeran utama dari kisah di atas, apa yang akan kamu lakukan? Mampukah kamu seteguh Umar? Mampukah kamu keluar dari Nafsu yang membelenggu ketika akal sudah dikuasai nafsu? Atau ikut kata pepatah “Mana ada kucing nolak kalau diberi ikan, meskipun itu hanya tulangnya saja”…Masyaallah…Renungkanlah Saudaraku!

Ukhti, seandainya kamu adalah pemeran utama dari kisah di atas, akal dan hatimu sudah dibutakan oleh cinta yang berbalut nafsu, akankah kamu mampu lepas dari belenggunya walaupun kamu katakan atas nama cinta? Kamu hilangkan kehormatanmu demi cinta yang tak halal? Kamu pupuskan harga dirimu demi cinta yang bernoda? Atau kamu hanya ingin ikuti kata” Demi cinta, akan ku korbankan apa saja demi dirimu kasih”, padahal belum tentu kekasih yang kamu banggakan, mau berkorban untukmu setelah kehormatan dan harga dirimu terenggut.. Masyaallah…Renungkanlah Saudariku!

Pikirkanlah ketika engkau hendak berbuat kemaksiatan, Allah selalu melihatmu. Pangkal segala maksiat,kelalaian dan syahwat adalah Mengumbar Nafsu. Sedangkan pangkal dari ketaatan adalah Dikekangnya nafsu.

Wallahu a’lam bish shawwab.

Semoga Bermanfa'at

(¯`v´¯)___♥ LIKE
`•.¸.•'______♥ TAG
¸.•´¸.•¨) ¸.•¨)__♥ SHARE
♥(¸.•´ (¸.•´ (¸.•¨¯` ♥♥♥**♥♥♥

❤• SaLam Santun Erat SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah •❤

Doa hamba

Ya Allah, jika diri ini begitu mudah larut menuruti hawa nafsu, kemaksiatan, kemusyrikan, kemungkaran dan mensia-siakan nikmatMu, mohon bimbinglah diri ini untuk bertaubat.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami yang telah lalu dan ampunilah juga dosa-dosa anak-anakku, ibu/bapakku, saudara-saudaraku dan para sahabatku.

Jika diri ini masih melakukan bany

ak dosa karena kebodohan maka berilah ilmu dan jika diri ini banyak melakukan dosa karena lemahnya iman maka kuatkanlah dan jika diri ini masih banyak melakukan dosa karena kemalasan, mohon berilah semangat agar semakin mengenalMu.

Ya Allah terimalah taubat kami, ampunilah dosa-dosa kami dan terimalah doa-doa yang kami panjatkan.
Aamiin.

↓↓ ↓↓ • Meraih Kebahagiaan Hakiki | Menuju Jannah •



Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

★。 Manusia yang tak Disukai Allah 。★

→Sahabat Fillah Rahimakumullah ..
★。Dalam Alquran ditemukan beberapa ayat dengan variasi beragam yang diawali dengan “in nallaha laa yuhibbu” (sesungguhnya Allah tak suka).

★。 Dengan tegas Allah SWT menyatakan ketidaksukaan kepada karakter-karekter negatif dan destruktif. Seperti al-mufsidin (merusak, QS [5]: 64),

→Azh-zhalimin (zalim, [3]: 140),

→ Al-musrifin (berlebihan, [6]:141),

→ Al-mu’tadin (melampaui batas, [2:190]),

→ Al-mustakbirin (menyombongkan diri, [16]:23),

→ kaffarin atsiim (kufur lagi bergelimang dosa, [2]: 276),

→ khawwanin atsima (berkhianat dan berlumur dosa, [4]: 107),

→ (penghianat, [8]: 58),

→ dan mukhtalan fakhura (sombong dan membanggakan diri, [4]: 36, [31]: 18, [57]: 23).

► Dalam Tafsir Al-Azhar, Prof Dr Buya Hamka menjelaskan makna kata mukhtalan fakhura. Mukhtal artinya melagak, menyombong, merasa seakan-akan dunia ini dia yang punya. Bumi serasa dilangkahi, langit serasa dipersunting, awak merasa tinggi benar, hina dan mulia tak dikenal, tua dan muda tak disapa. Itulah sombong sikap hidup.

► Sementara fakhur adalah bicara yang sombong, perkataan yang selalu meninggi, memandang rendah orang lain, seakan-akan diri tak ada tandingan. Berbicara tinggi, membanggakan diri, menyebut bahwa dia paling pintar atau gagah berani atau si anu pernah dibantunya dan membanggakan keturunan, nenek moyang, kabilah, dan suku.

► Dalam Surah An-Nisa’ ayat 36-38 disebutkan empat karakter buruk dari mukhtalan fakhura. Pertama, orang-orang yang kikir dan menyuruh orang berbuat kikir. Bakhil adalah kesombongan, baik kepada Allah SWT yang telah memberi karunia maupun kepada manusia (QS [57]: 24).

► Sifat ini adalah kemusyrikan stadium awal karena menyekutukan Allah dengan harta benda. Kebakhilan muncul dalam diri manusia karena terlalu mencintai harta melebihi cintanya kepada Tuhan. (QS [100]: 6-8) dan menumpuk harta (QS [102]: 1). Kedua, menyembunyikan karunia Allah.

► Seseorang yang bakhil akan menutupi kenikmatan yang diperolehnya dan tidak ingin diketahui orang lain. Orang-orang yang terserang penyakit berbahaya ini, hidupnya akan menderita hingga akhir hayat. Sebab, setiap karunia yang diterimanya tak pernah disyukuri dan dibagikan untuk orang lain (QS [93]: 11). Orang bakhil itu termasuk kufur nikmat (QS [4]: 37).

► orang-orang yang menginfakkan hartanya karena riya kepada orang lain (ingin dilihat dan dipuji). Riya juga merupakan kemusyrikan, yakni menyekutukan Allah dengan manusia. Ia mengeluarkan zakat, infak, sedekah dan wakaf, serta shalat dan puasa karena ingin dipuji dan dikatakan dermawan. (QS [2]: 264).

► orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Ketiga golongan tersebut di atas, akan tampak dari sikap dan perbuatannya. Meskipun menjalankan syariat Islam, mereka tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Sekiranya beriman kepada Allah dan hari akhir, tentu mereka tidak bakhil atau riya.

► Dalam keseharian, mereka yang mengidap keempat penyakit hati ini akan membanggakan diri dan pongah (QS [31]: 18). Hal tersebut disebabkan mereka berteman dengan setan (QS [4]: 38). Manusia tak suka dan Allah pun tak suka. Wallahu a’lam.

♥♥♥ Semoga Bermanfa'at ♥♥♥

(¯`v´¯)___♥ LIKE
`•.¸.•'______♥ TAG
¸.•´¸.•¨) ¸.•¨)__♥ SHARE
♥(¸.•´ (¸.•´ (¸.•¨¯` ♥♥♥**♥♥♥

❤• SaLam Santun Erat SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah •❤

✿ Satu rindu untuk ibu ✿

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


✿ Satu rindu untuk ibu ✿


Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu Oh ibu

Allah izinkanlah aku
Bahagiakan dia
Meski dia telah jauh
Biarkanlah aku
Berarti untuk dirinya
oh ibu oh ibu kau ibu

bebarapa kisah yang pernah kutulis bagus untuk dibaca berulang-ulang,

mulianya engkau ibu

ingatlah akan jasa ibumu

oh ibu, hati-hati mendoakan anakmu


oh ibu, maafkan aku

ingatlah saat engkau kecil

oh ayah, maafkan aku

bunda, jangan kau sia-siakanku

pernahkah kamu dinasehatin anak ?

ingatkan kita kan menjadi tua
Ibu…
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu…
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga


♥♥♥ Semoga Bermanfa'at ♥♥♥

(¯`v´¯)___♥ LIKE
`•.¸.•'______♥ TAG
¸.•´¸.•¨) ¸.•¨)__♥ SHARE
♥(¸.•´ (¸.•´ (¸.•¨¯` ♥♥♥**♥♥♥

❤• SaLam Santun Erat SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah •❤

SyairCinta Alunan Tasbih Muhabbah Rindu Ilahi

Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


♦♦ ingatlah akan dosa dan kesalahan kita ♦♦


→ Sahabat Fillah yang dirahmati Allah. hidup mendekati zaman akhir, banyak orang beriman namun iman hanya sebatas dipemikiran, maka tak heran jika berita-berita di media setiap hari dipenuhi dengan pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, terorisme dan banyak lagi… kenapa bisa demikian? kan ngakunya beriman ? iman kita ditaruh dimana ?

→ Sahabat Fillah yang dirahmati Allah, kalau kita melakukan sesuatu Allah pasti melihat. Allah mengetahui semua apa yang di daratan maupun lautan. Tidak sebiji pun yang Allah luput dari penglihatannya, ingatlah kamu akan dosa besar. Sekecil apapun tindakanmu, Allah pasti mengetahui. Tetapi sebesar apapun dosa kita, pasti akan diampuni dosanya, ya kan ?

→ Kalau kata orang Arab, pukullah besi itu ketika sedang panas. semoga orang-orang semakin sadar akan kekeliruannya


→ Dari Agharr bin Yasar Al Muzani, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,”Hai sekalian manusia! Taubatlah kalian kepada Allah dan mintalah ampun kepadaNya, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali”[1]

→ sebuah kisah menarik yang patut kita teladani kandungannya →

Di kota Madinah, hidupaah seorang pemuda yang sangat tekun beribadah. Pemuda itu sempat membuat Umar bin Khattab terkagum-kagum kepadanya,

Suatu hari, ketika pemuda itu berjalan pulang kerumahnya setelah shalat Isya, tiba-tiba seorang perempuan menghadang di hadapannya.

Perempuan itu menggoda dan merayu sipemuda serta menawarkan dirinya. Ternyata, sang pemuda termakan juga oleh godaan perempuan itu. Ketika perempuan itu pergi meninggalkan tempat itu, si pemuda membututi di belakangnya.


Sampai akhirnya mereka sampai di depan pintu rumah perempuan itu. Tiba-tiba timbulah perasaan malu di hati pemuda yang membututinya itu, ia ingat firman Allah SWT yang berbunyi :

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. ” (Al-A’raf : 201 )

Dan kemudian pemuda itu pingsan. Perempuan itu menjadi terkejut, karena melihat si pemuda tampak seperti orang yang sudah mati.Dengan dibantu seorang pelayannya, perempuan itu menggotong pemuda itu dan diantarkan pulang kerumahnya. Diletakkan tubuh pemuda itu di depan pintu rumah.

Betapa terkejut ayah pemuda itu ketika keluar dan mendapatkan anaknya tergeletak di depan pintu, ia segera mengangkat dan dibawanya masuk ke dalam.Setelah pemuda itu siuman, ayahnya bertanya kepadanya.

“Apa yang telah terjadi denganmu, anakku? “

Tetapi pemuda itu enggan menjawabnya, ia hanya diam saja. Setelah didesak beberapa kali, barulah ia mau bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi.

“Ayah, temuilah Umar bin Khattab, sampaikan salamku kepadanya dan tanyakan kepadanya, apakah balasan untuk orang yang takut saat menghadapi Tuhannya? ” kata pemuda itu .

Saat dia kembali membacakan ayat yang terl;intas dalam ingatannya, tiba-tiba pemuda itu menarik nafas panjang dan bersamaan dengan itu ruhnya meninggalkan badannya, dia telah meninggal.

Dan kemudian pesan pemuda itu disampaikan ayahnya kepada Umar Bin Khattab, lalu Umar pergi kepusaranya. Sambil berdiri dia berkata.

“Kau akan mendapatkan dua surga !”

Tiba-tiba Umar bin Khattab mendengar suara dalam pusara pemuda itu. ” Allah telah memberikan itu kepadaku, hai Umar. ‘”

subhanaAllah,

sahabatku yang dirahmati Allah.. Kesalahan dan dosa-dosa yang dilakukan oleh manusia banyak sekali. Setiap hari, manusia pernah berbuat dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar, baik dosa kepada Khaliq (Allah Maha Pencipta) maupun dosa kepada makhlukNya. Setiap anggota tubuh manusia pernah melakukan kesalahan dan dosa. Mata sering melihat yang haram, lidah sering bicara yang tidak benar, berdusta, melaknat, sumpah palsu, menuduh, membicarakan aib sesama muslim (ghibah), mencela, mengejek, menghina, mengadu-domba, memfitnah, dan lain-lain. Telinga sering mendengarkan lagu dan musik yang jelas bahwa hukumnya haram, tangan sering menyentuh perempuan yang bukan mahram, mengambil barang yang bukan miliknya (ghasab), mencuri, memukul, bahkan membunuh, atau melakukan kejahatan lainnya. Kaki pun sering melangkah ke tempat-tempat maksiat dan dosa-dosa lainnya. Dosa dan kesalahan akan berakibat keburukan dan kehinaan bagi pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat, bila orang itu tidak segera bertaubat kepada Allah.

Setiap hari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon ampun kepada Allah sebanyak seratus kali. Bahkan dalam suatu hadits disebutkan, bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta ampun kepada Allah seratus kali dalam satu majelisnya.

“Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata,”Kami pernah menghitung di satu majelis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa seratus kali beliau mengucapkan, ‘Ya Rabb-ku, ampunilah aku dan aku bertaubat kepadaMu, sesungguhnya Engkau Maha menerima taubat lagi Maha Penyayang’

Ingatlah akan dosa yang pernah kita lakukan…
Semua itu akan memberikan pelajaran berharga untuk berbuat menjadi lebih baik di masa depan kita di dunia dan di akhirat kelak,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Jika seorang hamba berbuat dosa kemudian ia pergi bersuci (berwudhu’), lalu ia shalat (dua raka’at), lalu ia mohon ampun kepada Allah (dari dosa tersebut), niscaya Allah akan ampunkan dosanya”.

Ibnul Qayyim al-Jauziah, mengatakan tak layak seorang hamba, menunda-nunda dalam melakukan taubat. Melakukan taubat dari dosa merupakan kewajiban yang harus dilakukan. Tidak boleh ditunda. Apabila seseorang menundanya, melakukan penundaan berarti ia telah melakukan pelanggaran.

Tak ada satupun manusia yang akan tahu kapan saat datang kematian. Apabila saat datang kematian, tak dapat manusia menundanya. Betapapun manusia itu memiliki kekuasaan, harta kekayaan yang tak terhingga, atau hidup diantara istana-istana yang dikelilingi oleh para pengawal, tak dapat mencegah akan datangnya kematian.

Karena itu, manusia yang sombong tidak mau bertaubat, tergolong manusia yang menyekutukan Allah Azza Wa Jalla, dan menganggap dirinya benar, serta tidak melakukan kesalahan dalam hidup ini.

Nabi Sallahu Alaihi Wa Sallam, bersabda :

“Kemusyrikan dikalangan umat ini lebih samar daripada rayapan (merayapnya) seekor semut”. Lalu Abuk Bakar bertanya, “Bagaimanakah cara menyelamatkan diri darinya, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab, “Ucapkanlah : Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari memperseku-kan-Mu dengan sesuatu yang akau ketahui, dan aku mohon kepada-Mu dari sesautu yang tidak akan ketahui”.

sahabat Fillah yang aku sayangi karena Allah<<pernah kamu dengar cerita ini

Tsa’alabah, adalah salah seorang shahabat Rasulullah -sholallaahu’alaihi wasallam-.Suatu hari ia sedang berjalan di antara rumah-rumah. Dahulu rumah-rumah tersebut, tidak terbuat dari dinding yang tebal (tembok) seperti sekarang ini, tapi terbuat dari qoomis (saya rasa yang dimaksudkan disini adalah sejenis kain, atau sesuatu yang tipis yang bergerak ketika ada angin). Ia berjalan, dan bertiuplah angin. Tak disangka, angin tersebut, menyingkapkan kain yang menutupi sebuah rumah. Tsa’labah melihat ke arah rumah tersebut, dan tak sengaja melihat seorang wanita ( tentu saja yang dimaksud disini wanita non-mahrom)di dalamnya. Terkejut Tsa’labah….tiba-tiba dia merasa sangat berdosa, dia merasa…” sesungguhnya jika turun ayat tentang orang munaafikin, maka ayat itu ditujukan kepadaku, aku telah bermaksiat, aku telah bermaksiat…..”. Tsa’labah tidak berani menjumpai Rasulullah -sholallaahu’alaihi wasallam-. Dia merasa sangat berdosa sudah melihat wanita tersebut. Akhirnya ia pergi ke puncak gunung, beribadah, dan beristigfar.

Setelah sekian lama, para shahabat tersadar bahwa Tsa’labah tidak ada bersama mereka. Maka mulailah para shahabat mencari Tsa’labah. Tiba-tiba ada seseorang yang memberi tahu kepada mereka, orang tersebut berkata,” saya mendengar dari arah puncak gunung, ada seseorang yang sepanjang hari beristigfar, berdo’a dan pada malam hari terdengar isak tangis, memohon ampun kepada ALLAH, orang ini hanya turun sedikit dari puncak gunung untuk makan dan minum sekedarnya.” Maka berangkatlah para shahabat ke tempat tersebut dan menemukan Tsa’labah di sana. Para shahabat bertanya,” Apa yang kau lakukan disini?” lalu Tsa’labah menjawab, ” Aku telah bermaksiat, aku telah berdoa, aku telah berdosa.” Lalu para shahabat berkata, ” Ayo bertemu rasululullah”. Tsa’labah menjawab, ” Tidak, Rasulullah Thoohir (suci), sedangkan aku Naajis (kotor).” Akhirnya pulanglah para shahabat dan menceritakan tentang Tsa’labah pada Rasulullah- sholallaahu’alaihi wasallam-.

Kemudian di hari berikutnya, para shahabat mendatangi Tsa’labah lagi, mereka berkata, “Ayo bertemu Rasulullah.” Tsa’labah, “Tidak, aku tidak sanggup bertemu Rasulullah, Rasulullah Thoohir, sedangkan aku naajis.” Para Shahabat berkata, “Tapi Rasulullah yang menyuruhmu untuk bertemu dengannya.” Maka turunlah Tsa’labah dari gunung dan menemui Rasululah - sholallaahu’alaihi wasallam-. Di depan Rasulullah- sholallaahu’alaihi wasallam-, Tsa’labah menangis dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Rasulullah terdiam. Sedangkan Tsa’labah akhirnya pulang ke rumahnya. Di rumahnya, Tsa’labah terus beribadah, beristigfar, dia masih merasa sangat berdosa. Hal itu terus menerus ia lakukan sampai ia jatuh sakit. Ketika ia terbaring lemah dirumahnya, Rasulullah - sholallaahu’alaihi wasallam- datang menjenguknya. Rasulullah - sholallaahu’alaihi wasallam- hendak meletakkan kepala Tsa’labah di paha beliau, namun Tsa’labah menolak, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Engkau thoohir, pahamu pun thoohir, sedangkan aku naajis, dan kepalaku pun naajis.” Dan wafatlah Tsa’labah.

Pada hari pengantaran jenazah Tsa’labah, Rasulullah - sholallaahu’alaihi wasallam- ikut pula mengantarkannya. Namun ada sesuatu yang aneh! Rasulullah - sholallaahu’alaihi wasallam- berjalan dengan berjinjit, dan merapatkan kedua bahunya, seakan-akan sedang berjalan di kerumunan orang banyak, padat, dan tidak ada ruang untuk berjalan normal (seperti seseorang sedang thawaf di Baitullah pada musim haji, terj.). Lalu para shahabat yang melihat hal tersebut bertanya,”Wahai Rasulullah, mengapa engkau berjalan seperti itu?” Rasulullaah -sholallaahu’alaihi wasallam- menjawab, ” Saya berjalan seperti ini, karena saking banyaknya Malaikat yang ingin ikut mengantarkan jenazah Tsa’labah.”

Allaahu Akbar!!!

Hmm…mu’allimah kami kembali berkata, “Itulah bedanya kita dengan mereka (para salaf)…mereka melihat sebuah dosa itu BESAR, sedangkan kita tidak…”

sahabatku yang baik hatinya, nabi Muhammad saw manusia termulia yang dijamin Allah masuk syurga tiap hari saja mohon ampun kepada Allah istiqfar 1000 x, kenapa kita orang biasa yang selalu bergelut akan dosa-dosa tidak mau berubah kemudian bertobat?

sungguh betapa sombongnya orang yang seperti itu ..!!

Dalam hadhistnya Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam, bersabda :

“Ya Allah, ampunilah kesalahanku dan kebodohanku, dari berlebih-lebihanku dalam urusanku, dan apa yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Ya Allah, ampunilah keseriusanku dan permainanku, kekhilafanku, dan kesengajaanku, semua itu ada padaku. Ya Allah, ampunilahy apa yang telah aku lakukan dan apa yang aku tunda, apa yang aku sembunyikan, dan apa yang aku lakukan dengan terang-terangan, dan apa saja yang Engkau lebih mengetahui daripada aku. Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau”.

Begitulah rintihan do’a yang disampaikan oleh Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Salam, tanpa henti, dan terus bermunajat serta memohon ampun dan bertaubat.
Dalam hadist yang lain, disebutkan :

“Ya Allah, amunilah dosaku semuanya, yang kecil dan yang besar, yang tidak sengaja dan yang sengaja, yang sembunyi-sembunyi dan yang terang-terangan, yang pertama dan yang terakhir”.

bagaimana denganmu sahabatku ? mau kan bertaubat akan dosa-dosa yang telah kita lakukan?

”Ya Allah kami kecil di mata-Mu. Kami tidak ada apa-apanya, tetapi kami tidak pernah luput dari dosa. Ya Allah, maafkanlah dosa kami. hanya kepadamu tempat kami memohon ampunan, dan hanya kepadamu tempat kami berserah diri “

ayo perbaiki diri, perbaiki hati dan raih kehidupan penuh imani, semoga ridho Allah selalu menemani !!

________semoga bermanfaat.________


(¯`v´¯)___♥ LIKE
`•.¸.•'______♥ TAG
¸.•´¸.•¨) ¸.•¨)__♥ SHARE
♥(¸.•´ (¸.•´ (¸.•¨¯` ♥♥♥**♥♥♥

❤• SaLam Santun Erat SiLaturrahim dan Ukhuwah Fillah •❤

Penyair Gelandangan Clubs [PGC]

Semakin Kau berusaha untuk melupakannya
Semakin Kau merindukannya

Semakin Kau Membencinya
Semakin Kau menyayanginya


Semakin Kau mendendam
Semakin Kau terluka

Tinggalkanlah
Lupakanlah

Biarkanlah waktu berjalan apa adanya

Karena masih ada hari esok yang akan membuatmu Tersenyum
dan Bahagia

Walau tanpa ada seorang Kekasih untuk saat ini bersama mu . .

--------------- --------------- -------------
By : ab.d